Header-biasa
Kita bangga jika berhasil dalam usaha atau belajar dengan melewati berbagai masalah serta kesulitan. Jati diri kita terungkap dan pergumulan, pergulatan, kesulitan selama ini berbuah kegembiraan. Kegembiraan ini menjadi semangat, pendorong dalam kehidupan kita berikutnya. Lain jika kita berhasil dalam usaha karena didukung  oleh orang tua atau dibantu orang lain. Kita tidak akan merasakan kegembiraan karena berkurban dan berjuang saat mengatasi tantangan kesulitan itu.
 
Yesus mendorong kita untuk berkurban melewati pengalaman pahit yang berbuah pada keselamatan, kebahagian kekal. Dia sendiri memberi teladan kepada kita dalam menanggung banyak untuk menyelamatkan kita semua. “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga.”
 
Yesus tahu bahwa Dia akan menderita sengsara, ditolak dan dibunuh, namun Dia tidak menyerah. Dia tetap mau berkurban demi keselamatan umat manusia. Pengurbanan yang membuahkan sukacita, kebebasan sejati bagi semua orang. Kita diundang untuk mengikuti jejak Yesus, berkurban dan menyangkal diri, memanggul salib setiap hari dan mengikuti Dia. Cinta dan kesetian kita kepada Yesus berbuah kebahagian sejati, kita beroleh hidup kekal.
 
“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”   Kita ditantang dan dihadapkan pada dua pilihan. Setia mengikuti dan memanggul salib beroleh keselamatan, kebahagian abadi, atau meninggalkan Yesus dan berakhir pada kebinasaan. Berkurban bersama dan demi Tuhan akan mendatangkan rahmat kekuatan mengatasi kesulitan dan kebahagian besar dalam kehidupan kita ini.
 
Tuhan kami bersyukur kepada-Mu, Engkau telah mengingatkan kami untuk setia memanggul salib dan mengikuti Engkau. Salib-Mu tidak berat dan Engkau akan memberikan kelegaan kepada kami semua. Semoga tingkah laku kami dijiwai oleh kehendak-Mu agar semua yang kami lakukan berasal dari-Mu dan membuahkan sukacita abadi. Amin 
 
Bidaracina 3 Maret 2022, Blasius Sumaryo SCJ