Header-biasa

Peringatan Santo Blasius, Uskup dan Martir

Blasius adalah Uskup di Sebaste, Armenia (sekarang Sibus, Turki) pada abad IV. Ia termasuk salah satu pemimpin Gereja yang dibunuh sebagai martir pada masa-masa akhir penganiayaan Romawi. Tradisi penghormatan kepada santo Blasius berkembang berkat mukjizat-mukjizat yang terjadi dengan perantaraannya. Salah satu mukjizat yang terkenal adalah penyembuhan seorang anak kecil yang sakit tenggorokan karena ada duri ikan tersangkut di dalamnya. Santo Blasius menjadi pelindung orang yang sakit tenggorokan dan sejak abad XVI dimulailah teadisi berkat santo Blasius. “Semoga dengan perantaraan doa dan berkat santo Blasius Uskup dan Martir, Allah membebaskan saudara dari penyakit tenggorokan dan segala penyakit yang lain.” Amin

Yesus memanggil dan mengutus para murida untuk menjadi pewartanya. Mereka diutus pergi berdua-dua dan diberi kuasa atas roh-roh jahat. Yesus meminta mereka agar tidak merepotkan diri dengan bekal yang hedak dibawa. Mereka diajak untuk mengandalkan Tuhan dalam hidup, karya serta perutusannya. Rahmat Tuhan cukup bagi para murid dan mereka tidak akan berkekurangan.

Yesus mengajak para murid untuk berbaur dengan orang-orang yang mereka jumpai. “Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat.” Mereka dapat sharing pengalaman dan saling meneguhkan dalam iman serta cinta kasih. Mereka menyerukan gerakan pertobatan, “semua orang harus bertobat. Mereka mengusir banyak setan dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak, dan menyembuhkan mereka.”

Kita mendapat inspirasi dari para murid yakni melayani Tuhan dan menjadi pewarta-Nya dengan ketulusan hati dan penuh sukacita. Kita perlu membuat prioritas karya dan pelayanan. Kita memilih kebutuhan mendesak yang perlu segera kita penuhi agar pewartaan kita lebih efektis dan berbuah untuk keselamatan banyak orang. Tuhan memanggil dan mengutus kita sebagai murid-Nya untuk membangun, mengembangkan persekutuan dan membagikan cinta kasih, kedamain, kebahagian kepada semua orang.

Tuhan, bimbinglah kami agar mempunyai prinsip dan pendirian dalam menunaikan perutusan-Mu secara tulus, penuh sukacita. Semoga kami pun penuh setia mengabdi Engkau dan melayani sesama. Semoga berkat doa santo Blasius, kami Engkau perkenankan menikmati damai dalam hidup di dunia ini dan memperoleh bantuan untuk mencapai hidup yang kekal. Amin

Bidaracina 3 Februari 2022, Blasius Sumaryo SCJ