Header-biasa

Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah

Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah, sudah sejak abad V dirayakan di Yerusalem dan sejak abah VI dirayakan diseluruh Gereja. Di Perancis pesta ini dirayakan dengan perarakan meriah dan pemberkatan lilin, sehingga terkenal dengan “misa terang”. Sejak tahun 1960 pesta ini ditetapkan sebagai pesta Tuhan. Simeon mengenali kehadiran Yesus ini sebagai “terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa.” Hari ini dalam ekaristi diadakan perarakan atau pemberkatan lilin untuk menyambut dan menghormati Yesus yang datang ke Kenisah sebagai terang bagi bangsa-bangsa.

Orang tua Yesus sungguh orang Yahudi yang taat dan setia dalam hal imam. Mereka mempersembahkan Yesus sebagai anak sulung menurut hukum Taurat. “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Tuhan.” Mereka bukan dari orang yang berkuasa, namun dari keluarga sederhana, setia dalam iman dan rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Bait Allah menjadi tempat perjumpaan mereka dengan Tuhan dan sesama. Simeon orang yang saleh selalu menantikan kehadiran Mesias. Ia selalu berdoa di Kenisah dan berpuasa. Ia mengenali kehadiran Yesus dan menyambut dengan sukacita.”Sekarang Tuhan biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.” Hana pun menyambut kehadiran Yesus dengan sukacita dan rendah hati.

Kita disadarkan bahwa Bait Allah atau Gereja adalah tempat perjumpaan kita dengan Tuhan dalam doa dan ekaristi. Gereja juga menjadi tempat perjumpaan kita dengan sesama untuk sharing pengalaman iman yang membuahkan sukacita, kedamaian dan kebahagian. Kita pelihara Gereja tempat perjumpaan kita dengan Tuhan dan sesama dalam keheningan, tanpa kegaduhan, keramaian yang mengganggu orang lain sedang berdoa. Kita kembangkan iman dan kerendahan hati seperti Simeon dan Hana untuk mengenali kehadiran Yesus dalam kehidupan sehari hari.

Tuhan bimbinglah kami untuk mempunyai kerendahan hati seperti Simeon dan Hana yang mengenali kehadiran-Mu di tengah-tengah kehidupan ini. Sucikanlah hati dan budi kami agar kami pun menjadi persembahan yang pastas bagi-Mu. Amin

Bidaracina 2 Februari 2022, Blasius Sumaryo SCJ