Header-biasa

Tahun Baru Imlek

Tahun baru Imlek dirayakan diseluruh dunia. Perayaan ini dikenal sebagai Festival musim semi dan dirayakan selalu penuh semangat. Tahun baru Imlek tidak jatuh pada tanggal yang sama, dirayakan sesuai dengan siklus bulan, jatuh antara tanggal 20 Januari – 21 Februari. Dalam tradisi ada monster bernana nian yang menyerang orang dan menyebar banyak teror. Namun ia takut dengan warna merah, suara petasan dan pemandangan kembang api. Maka orang-orang menggunakan warna merah, petasan dan kembang api untuk mengusir nian. Pada tahun baru Imlek kita berdoa untuk mohon keberhasilan dalam karya dan usaha, umur panjang serta kebahagian yang melimpah.

Yesus selalu tergerak hatinya untuk menyembuhkan yang sakit dan membangkitkan yang sudah meninggal. Seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendaharan percaya dan datang menjamah jubbah Yesus. “Asal kujamah saja jubbah-Nya, aku akan sembuh.” Saat menjamah jubbah Yesus ada kuasa yang mengalir dari-Nya dan menyembuhkan perempuan ini. Yesus meneguhkan iman perempuan ini. “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhkah dari penyakitmu!”

Yairus seroang kepala rumah ibadat mengundang Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Ia menjadi sedih dan ragu, saat datang utusan dari rumah yang mengungkapkan. “Anakmu sudah mati! Apa perlunya lagi engkau menyusahkan duru?” Namun Yesus tetap meneguhkan kepala rumah ibadat ini. “Jangan takut, percaya saja!” Orang ini tetap percaya kepada Yesus dan Yesus membangkitkan anaknya. Ia memegang tangan anak itu dan berkata: “Talita kum” yang artinya: Hai anak, aku berkata kepadamu bangunlah.” Anak itu bangkit dan berjalan, ia berumur dua belas tahun.

Kita sering merasa takut, putus asa, cemas dalam menjalani hidup ini, terutama saat menghadapi tantangan dan kesulitan. Kita mendapatkan teladan dari perempuan yang mengalami dua belas tahun pendarahan dan Yairus seorang kepala rumah ibadat. Mereka datang kepada Yesus dengan penuh kepercayaan. Yesus hadir untuk menyembuhkan dan menyelamatkan seperti yang mereka harapkan. Kita tidak perlu takut dan goyah dalam mengimani Yesus.

Tuhan kuatkanlah iman kami supaya hidup kami bebas dari sakit dan selalu bahagia, penuh sukacita. Semoga kami selalu bebas dari segala bentuk kebencian dan hasrat untuk balas dendam, sehingga kami mampu menjadi pembawa damai. Amin

Biadaracina 1 Februari 2022, Blasius Sumaryo SCJ