Header-biasa

Sikap keras kepala, menganggap diri paling benar membuat dialog tidak dapat berjalan dengan baik. Orang bisa ngotot mempertahankan pendapatnya dan tidak mau terbuka, mengerti atau menerima informasi baru dari orang lain. Akhirnya orang ini menjadi statis, tidak berkembang dan berubah. Yesus berusaha menyadarkan orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, bahwa mereka akan dibebaskan dari kuasa dosa. Namun mereka bersikukuh bahwa mereka itu orang benar dan merdeka ,membanggakan diri sebagai keturunan Abraham.

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yesus menegaskan kriteria kita sebagai murid-Nya yakni tetap dalam firman-Nya yakni kita mendengarkan dan melaksanakan ajaran dan Sabda Yesus. Buah dari kesetian iman ini, kita dibebaskan dari dosa, kita diselamatkan dan diberi kebahagiaan sejati.

Yesus mengkritik orang Yahudi yang membanggakan diri sebagai bangsa terpilih dan keturunan Abraham, namun cara hidup mereka betentangan dengan perwujudan iman Abraham itu. Sebenarnya jika mereka mau mendengarkan Yesus, mereka bebas dari dosa dan kejahatan. “Sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha untuk membunuh Aku.”

Yesus mengingatkan bahwa Status mereka sebagai bangsa terpilih dan keturunan Abraham tidak selaras dengan tindakan hidupnya. Mereka tidak mencerminkan iman Abraham sebagai bangsa terpilih yang taat kepada Tuhan. Yesus membimbing mereka namun pikiran dan hati mereka tetap keras sehinga mereka tetap dikuasai oleh kejahatan. Kita disadarkan untuk hidup selaras dengan iman dan baptisan yang membuat kita menjadi putra-putri Allah. Rahmat baptisan tidak berkembang dan membebaskan kita dari kuasa dosa jika hidup kita tidak sesuai dengan martabat sebagai putra-putri Bapa. Kita terbebas dari kuasa dosa jika tetap tinggal dalam firman-Nya.

Tuhan kami bersyukur melalui baptisan Engkau mengangkat kami menjadi putra-putri-Mu. Semoga kami berkembang dalam rahmat-Mu, menghayati baptisan kami dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Lindungilah kami dari segala mara bahaya ketika kami mengahdapi tantangan dan pergulatan iman. Amin

Bidaracina, 6 April 2022, Blasius Sumaryo SCJ