Header-biasa

Hari Minggu I Prapaskah

Saat dibaptis di Sungai Yordan Roh Kudus hinggap di atas Yesus seperti burung merpati. Roh ini membimbing Yesus di padang gurun. Yesus berada di tempat yang sepi dari keramaian dunia agar makin peka akan kehadiran Roh. Ia makin melihat iblis dalam wujud yang paling kuat. Di padang gurun kita menemukan tempat yang senyap dan saat hening mendalami pengalaman batin berjumpa dengan dua kekuatan itu.

Kita dihadapkan pada dua pilihan: digandeng Roh kita berkembang dalam kebenaran, keadilan, cinta kasih dan membuahkan kedamaian atau digendong kekuatan lain bisa membuat kita enak-enak tetapi tidak lagi bersama dengan Roh. Roh adalah kekuatan ilahi yang menggerakan, mempimpin, menyertai kita dalam perjalanan yang menentukan pilihan hidup kita.

Iblis mengkalim bahwa semua kekuasaan dan kemulian kerajaan dunia telah diserahkan kepadanya, ia dapat memberikan kepada siapa saja. Ia menawarkan kepada Yesus asal mau menyembahnya. Yang jahat benar-benar berpengaruh besar dalam kehidupan manusia. Kita bisa terluput dari yang jahat, bila diselamatkan dengan Kurban diri Yesus. Yesus membawakan wajah Tuhan yang bukan maha penuntut melainkan yang Mahapemurah (Bapa). Ia mantap berjalan bersama Roh.

Pengalaman Yesus di padang gurun dapat menjadi pengalaman banyak orang pada jaman ini. Makin dalam kita menghayai pengalaman batin, makin jelas kita merasakan gerakan-gerakan yang ada di situ. Olah rohani atau askese berisi latihan untuk membuat kita peka akan gerakan-gerakan batin dan dapat mengenali asalnya dari Roh atau dari kekuatan jahat. Kita dapat semakin mendekatkan diri pada yang baik dan menjauhi yang jahat. Kita mempunyai kejernihan budi sehingga keputusan dan tindakannya menjadi semakin digerakan dan seirama denga Roh.

Tuhan terima kasih atas bimbingan dan pendampingan-Mu. Gerakanlah hati kami agar semakin peka akan kehadiran-Mu dan kami dapat selalu memilih yang benar dan baik. Semoga kami tidak hanya hidup oleh makanan jasmani, tetapi juga karena Sabda yang Kauberikan kepada kami. Amin

Bidaracina 6 Maret 2022, Blasius Sumaryo SCJ