JADWAL MISA HARIAN : 05.45 & 18.00

Sejarah Paroki

Gereja Katolik Paroki St Antonius Padua, Bidaracina

1938

Mgr Willekens meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan kompleks Vincentius Bidaracina.

1938

Bangunan Panti Asuhan dan Kapel sudah ditempati dan digunakan oleh 12 Suster Ursulin bersama 300 anak. Kapel (Gereja) Panti Asuhan Putri St Vincentius Bidaracina diresmikan oleh Mgr Willekens pada 24 Oktober 1938. St Antonius Padua dipilih sebagai pelindung Kapel baru tersebut.

1942

Masa penggembalaan imam Fransiskan (OFM) berakhir, dan imam Serikat Yesus (SJ) mengemban reksa kegembalaan di Bidaracina. Jesuit pertama yang diutus adalah Pastor Josephus Wubbe SJ (1942- Oktober 1943). Jesuit diberi tugas untuk menyiapkan calon Paroki baru.

1954

Sebagai persiapan peningkatan status dari Stasi menjadi Paroki St Antonius Padua Bidaracina, perjanjian antara Panti Asuhan St Vincentius Putri dengan Stasi St Antonius Padua diperbarui. Tanah –baik pastoran maupun gereja– tetap menjadi milik Panti Asuhan St Vincentius, sementara Paroki Bidaracina diberi hak pakai.

1955

PGDP St Antonius Padua Bidaracina secara resmi didirikan pada 11 November 1955. Artinya, Stasi St Antonius Padua Bidaracina ditingkatkan statusnya menjadi Paroki. Saat itu, Vikaris Apostolik Djakarta Mgr Adrianus Djajasepoetra SJ (18 Februari 1953 – 21 Mei 1970) menunjuk Pastor Joannes E. Janssen SJ (1955 – 5 Februari 1965) sebagai Pastor Kepala Paroki pertama.

1968

Paroki St Antonius Padua Bidaracina dimekarkan dengan lahirnya Paroki St Robertus Bellarminus Cililitan, yang umat Katoliknya berjumlah 905 jiwa. Mgr Leo Soekoto SJ menunjuk Pastor Robertus Bakker SJ menjadi gembala di Paroki baru tersebut.

1971

Mgr Leo menerima Kongregasi SCJ untuk berkarya di Keuskupan Agung Jakarta pada 1971. Dehonian pertama yang datang ialah Pastor Gerardus Antonius Maria Elling SCJ (1971-1987) yang sebelumnya berkarya di Sumatera Selatan. Ia ditugaskan sebagai Pastor Rekan Paroki Bidaracina membantu Pastor Siswopranoto dan Pastor Wisqickl.

1973

Berakhirnya masa penggembalaan imam Jesuit, dan tampuk kegembalaan diserahkan kepada imam-imam SCJ. Pastor Siswopranoto menjadi Jesuit terakhir yang berkarya di Paroki Bidaracina. Sementara itu, Pastor Elling secara resmi menjadi Dehonian pertama yang menjabat Pastor Kepala Paroki Bidaracina sejak 1 Januari 1973.

1981

Tahun ini ditandai dengan perutusan seorang religius awam pertama di Bidaracina, yaitu Bruder St. Sumardi SCJ (1981-1994).

1993

Pada 1993-1994, Paroki Bidaracina kebanjiran Dehonian. Selain Pastor Henslock, Pastor Poeryanto dan Pastor Gunawan, ada juga Pastor Titus Purbasaputra SCJ yang sedang mempersiapkan studi lanjut ke Filipina. Masih tercatat dua diakon yang menjalani masa Pendalaman Pastoral di Bidaracina, yakni: Diakon Paulus Sarmono SCJ dan Diakon Blasius Sumaryo SCJ. Praktis ada enam Dehonian berada di Paroki Bidaracina.

1995

Berdiri Gereja Stasi St Agustinus Halim Perdana Kusuma di Kompleks Angkasa Landasan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

2012

Pada 8 September 2012, Paroki Bidaracina menyongsong Pesta 75th Paroki.

2017

Romo Blasius Sumaryo, SCJ. menjadi pastor Kepala Paroki Bidaracina menggantikan Romo Yohanes Samiran, SCJ.

2018

Peringatan 80 Tahun Paroki Bidaracina (Dasawindu).

2020

Pandemi terjadi, kegiatan gereja sempat berhenti.

2021

Romo Ignatius Trisna Setiadi Dwijo Waseso, SCJ berkarya di Bidaracina.

2024

Romo Vincentius Sri Herimanto, SCJ mulai berkarya di Bidaracina.

logo

Jl. Otista Raya No. 76A, Bidaracina, RT.4/RW.5, Kampung Melayu, Jatinegara, Jl. Otista Raya No.76, RT.4/RW.5, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

FOLLOW US