Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Berlatih Menjadi Pewarta Sabda Allah Bersama Adi Kurdi

Subseksi Lektor Gereja Santo Antonius Padua kembali membuka penerimaan anggota lektor baru pada bulan September lalu. Para calon anggota lektor baru yang telah lolos seleksi wajib mengikuti seluruh rangkaian acara pembekalan, workshop, rekoleksi, hingga pada akhirnya dilantik pada Minggu (29/10). Rangkaian pembekalan lektor tersebut sudah dimulai sejak Minggu (8/10).

 

Pada Minggu (22/10) lalu, para calon lektor dan anggota lektor lama mengikuti workshop mengenai teknik membaca dan vokal. Pelatihan yang diadakan di Bangsal Panti Asuhan St. Vin-centius Putri ini dibawakan oleh Adi Kurdi. Sejak pukul 09.00, para peserta telah berkumpul. Sebe-lum memulai pelatihan pada pagi itu, Maria Kewa mengajak para peserta untuk berlatih lagu yang akan dinyanyikan selama acara. Kemudian, acara dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Lusia Soetanto dan dilanjutkan dengan sebuah games perkenalan yang asyik serta membuat cair sua-sana.

Sosok Abah dalam sinetron ―Keluarga Cemara‖ ini mengawali pelatihan dengan memberikan pengetahuan mengenai alat-alat artikulasi yang dimiliki oleh seorang manusia. ―Ada lima alat artikulasi yang kita miliki. Kelima alat itu adalah bibir, lidah, gigi, langit-langit mulut, dan tekak,‖ jelasnya. Kemudian, beliau menjelaskan satu per satu kegunaannya dengan memberikan contoh kata yang dapat terbentuk dari kelima alat artikulasi tersebut.

Selain itu, beliau juga menegaskan pentingnya penekanan pada sebuah kalimat. ―Kata ‗batu‘ yang diucapkan secara keras, merujuk kepada batu besar. Sebaliknya, jika diucapkan dengan lembut, artinya batu kecil. Maka, jika seorang mengatakan ‗Dasar kamu kepala batu!‘, kata ‗batu‘ itu harus diberi tekanan,‖ tegasnya.

Dalam penjelasannya, beliau juga mengatakan bahwa yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainnya adalah selain raga manusia juga memiliki jiwa, di dalam jiwa terdapat 3 hal yaiut perasaan, pikiran dan kesadaran. Unsur pembentuk perasaan ada dua, yaitu emosi—bersifat alamiah dan bisa berkembang sendiri di dalam perasaan seperti marah, cinta—dan sensasi, yaitu kemampuan memberi kesan atau perasaan ingin diperhatikan seperti manja, merayu, atau membu-juk. Jika kedua unsur ini dikuasai dengan baik maka akan menimbulkan kecerdasan emosi (EQ) dalam diri seseorang. Sedangkan unsur pembentuk pikiran ada empat, yaitu logika—untuk menen-tukan mana yang benar dan salah, imajinasi—sebuah ide atau gagasan, memori—untuk mengeval-uasi dan introspeksi diri, serta iman yang membuat kita percaya. Jika keempat hal itu dapat dikendalikan dengan baik, akan timbul kecerdasan intelektual (IQ).

Dari seluruh materi dan pengetahuan tentang teknik membaca dan vokal yang diberikan, Adi Kurdi mengingatkan dan menegaskan kepada para calon lektor dan anggota lektor lama bahwa penting untuk memberikan jeda di setiap kata atau kalimat pada bacaan untuk memudahkan umat yang hadir memahami bacaan hari itu. Selain itu, penting pula untuk memberikan penekanan di setiap kata yang menjadi kata kunci dari kalimat tersebut.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan mempraktikkan teknik membaca dan vokal yang telah didapat pada sesi pertama. Beberapa calon lektor dan anggota lektor lama terlihat antusias untuk mempraktikkannya di depan Adi Kurdi, kemudian mereka mendapatkan kritik dan saran dari beliau agar lebih mantap lagi mewartakan sabda Allah kepada seluruh umat yang hadir. Beliau juga mengatakan, ―Ibarat seorang petani yang menebar biji di sawahnya, ia pasti menginginkan biji itu menghasilkan. Biji yang dimaksud di sini adalah Sabda Tuhan. Maka, tugas lektor dalam menyampaikan Sabda Tuhan adalah tugas mulia karena tanpa kemuliaan Tuhan kita tidak mungkin bisa menyampaikan Sabda Tuhan dengan mulia.‖

 

Veronica Gabriella (Tim Komsos)