User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Reuni Keluarga Besar Mudika Bidaracina Angkatan 1970-1990



 Ada yang tidak biasa pada misa Sabtu, 17 Oktober, pukul 17.30, di Gereja St. Antonius. Sepuluh misdinar tampak bertubuh tinggi dan tidak lebih muda dari beberapa imam yang memimpin misa tersebut. Usut punya usut, misa ini secara khusus dipersembahkan sebagai misa syukur dalam rangka Reuni Keluarga Besar Mudika Bidaracina Angkatan 1970–1990. Tak heran, tugas melayani imam di altar yang biasanya dilakukan anak-anak imut, kali ini diemban oleh om-om mantan mudika (muda-mudi Katolik) yang menggagas reuni itu.

“Banyak kenangan indah di sini,” tutur Yulianus Puryanto, SCJ, mantan pastor Paroki Bidaracina di era 1980-an, yang didaulat sebagai selebran utama. Ditemani Romo Alfonsus Zeam Rudi, Romo D. Kusmartono, dan Romo H. Wardjito, beliau memimpin misa yang penuh nostalgia. Rentetan memori pun keluar deras dari mulut imam yang dulu berusia 32 tahun saat pertama bertugas di paroki ini. Ia meminta umat meneladan anak-anak muda itu, yang aktif dengan semangat pelayanan tinggi, bukan karena mengejar kedudukan. “Semoga jejak-jejak pelayanan mereka bisa dinikmati oleh generasi sekarang, harap Romo Pur.

            Setelah misa, para veteran ini disuguhi acara spesial di halaman gereja, yang telah disulap menjadi outdoor ballroom party. Dihibur bintang tamu seperti Margie Segers dan beberapa kelompok vokal dan tari dari paroki, acara malam itu menjadi sangat meriah.

            Antonius Supriadi, ketua panitia reuni, mengatakan, acara ini diawali reuni-reuni yang dilakukan mudika basis. Dari situ, muncul ide untuk mengumpulkan semua mudika basis di paroki. Melalui grup reuni di Facebook, dari segelintir orang, terkumpul 50-an orang, sampai terakhir ada 170-an orang. Malam itu sendiri, menurut Supri—begitu ia biasa dipanggil—yang hadir sekitar 250 orang.

            Mengambil tema “Soli Deo” (Hanya untuk Tuhan), acara ini bukan sekadar ajang kangen-kangenan. “Ada pesan dari Romo Paroki supaya acara ini bisa menjadi motivator bagi OMK sekarang untuk bisa bangkit lagi,” tutur Supri. Ia berharap, semangat dan kegembiraan tidak berakhir dalam acara itu, tetapi bisa berlanjut dalam berbagai kegiatan lain.