Print

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Banyak orang mudah dipengaruhi dan melakukan sesuatu karena diajak teman atau sekedar ikut-ikutan orang lain. Fenomena ini tampak dalam demonstrasi. Banyak diantara pendemo  tidak tahu mengapa mereka melakukan semuanya itu. Semakin banyak orang yang mengikuti Yohanes dan Yesus menyadarkan mereka. “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun?”
 
Orang yang di padang gurun itu ialah  seoarang nabi. Mereka pergi ke padang gurun untuk bertemu Yohanes Pembaptis. Yesus menegaskan bahwa Yohanes itu seorang nabi yang terbesar. Yesus juga mengungkapkan bahwa dirinya lebih dari Yohanes Pembaptis. “Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah, lebih besar dari pada-Nya.” Yesus membimbing mereka untuk memahami bahwa diri-Nyalah yang dinantikan selama ini.
 
Yesus mengapresiasi Yohanes dan para murid dalam gerakan pertobatan. Mereka telah mengakui kebenaran Allah dan memberikan diri dibaptis. Sedangkan orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka yakni bertobat dan memperbaiki diri. Pertobatan yang diwujudkan dalam pembaharuan diri membuahkan damai, tindakan kasih, kebahagian untuk  semua orang.
 
Pada masa adven ini kita gunakan kesempatan untuk bertobat. Apakah kita sungguh mau bertobat, memperbaharui diri kita dan menjadi sempurna? Buah pertobatan yakni kita semakin percaya dan mengandalkan Tuhan, punya prinsip, berpegang pada kehendak Allah dan tidak mudah dipengaruhi oleh hal yang tidak benar serta tidak pasti.
 
Tuhan, semoga kami semakin menyadari kekudusan yang Engkau berikan kepada kami. Perkenankanlah kami hidup perbegang teguh pada janji-Mu yang menjadi jaminan cinta kasih-Mu. Amin 
 
Palembang, 16 December 2021, Blasius Sumaryo SCJ
Category: Embun Sabda Padua
Hits: 345