Header-biasa

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 
Kasih dan perhatian Yesus terhadap mereka yang datang kepada-Nya dan terhadap para murid sungguh luar biasa. Kemarin Dia memberi makan lima ribu orang laki-laki dengan menggunakan roti yang ada di antara para murid. Hari  ini Ia hadir untuk meneguhkan dan menolong para murid keluar dari kesulitan. “Tenanglah Ini Aku jangan takut.”
 
Yesus meminta para murid lebih dahulu naik perahu pergi  ke seberang, ke Betsaida sebelum Ia menyuruh orang-orang yang telah makan roti itu pulang ke rumah mereka. Sebab mereka ingin mengambil paksa Yesus untuk dijadikan raja. Yesus tidak mau para murid-Nya terpengaruh oleh alam pikir mereka ini. Kemudian Yesus berdoa seorang diri di Bukit. Ia ungkapkan semua pergulatan kepada Bapa dan melepaskan beban berat-Nya.
 
Melihat pergumulan para murid melawan angina sakal di tengah malam, Yesus langsung menyusul perahu mereka dengan berjalan di atas air. Sungguh luar biasa kuasa Yesus, angin dan gelora gelombang yang menyulitkan para murid, dikuasai oleh Yesus dengan jalan kaki di atas air. Para murid yang melihat hal itu menjadi kagum, heran dan takut. Yesus menenangkan mereka, naik perahu dan mereka selamat, badai menjadi reda.
 
Yesus selalau berada di tengah-tengah kita. Dia selalu menyertai kita untuk memberikan bantuan, pertolongan guna mengentaskan kita dari kesulitan menghadapi badai, gelombang kehidupan ini. Kita melihat karya Yesus yang sungguh luar, Dia selalu tergerak oleh belas kasihan dan menolong siapa saja. Kita dipanggil menjadi orang yang percaya kepada-Nya. Yesus meneguhkan dan menyelamatkan. “Tenanglah, Ini Aku jangan takut.”
 
Ya Tuhan, kami bersyukur Engkau selalu hadir menolong dan menyelamatkan kami ketika kami dibebani oleh rasa takut, kawatri dan cemas. Sabda-Mu jangan takut, sungguh menentramkan kami. Jauhkan rasa takur dari kami dan tenamkanlah kesedian untuk mengasihi sesama kami. Amin 
 
Bidaracina 5 Januari 2022, Blasius Sumaryo SCJ