Header-biasa
Hari Raya Natal
 
Peristiwa inkarnasi Allah menjadi manusia diungkapkan oleh Yohanes dalam pembukaan injilnya. “Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah.”  Tuhan menjadikan terang dengan Firman-Nya. Firman-Nya menjadikan menjadikan kenyataan dalam ciptaan itu yakni terang.  Dan Firman itu bersikap ilahi, dalam Firman itu ada sikap ilahi. Tidak ada di jagad ini yang dijadikan tanpa Firman itu. Firman itu kehidupan dan kehidupan itu adalah terang bagi manusia.
 
Yohanes mengungkapkan cinta kasih Tuhan yang begitu besar kepada kita. Ia berkenan menjadi manusia untuk membela kemanusian kita, menebus dosa kita. Allah menjadi manusia tanpa meninggalkan keilahian-Nya. Ia mencintai kita dan memeberikan daya ilahi itu supaya kita hidup oleh kasih Allah. Kita bebas dari kuasa dosa dan hidup dalam sukacita dan damai.
 
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang bagi manusia.” Hidup kita menjadi terang jika kita sungguh bersatu dengan Tuhan sang sumber terang. Daya ilahinya menuntun serta menguatkan kita untuk menolak kuasa jahat yang sering menguasai dan menjatuhkan kita. Dosa hanya memberikan kegelapan hati dan hidup kita. Yesus menarik kita dari kuasa kegelapan dan memberikan terangnya.
 
Sungguh tampak Allah yang rendah hati. Ia berkenan hadir dan tinggal dalam diri Yesus yang lahir di tempat sederhana, dibaringkan di palungan. Sungguh semangat pengurbanan ditunjukkan kepada kita dan ingin ditanamkan dalam diri kita. Tuhan sungguh mencintai kita, Ia berkurban dan ingin menyelamatkan kita. Kita telah melihat kemulian-Nya, penuh kasih dan kebenaran.  SELAMAN NATAL – BERKAT TUHAN.
 
Ya Tuhan kami bersyukur, Engkau telah menunjukkan kasih-Mu yang agung. Engkau berkenan menjadi manusia untuk menyelamatkan kami yang berdosa ini.  Semoga kehadiran-Mu menjadi sumber kegembeiraan dan berkat bagi semua orang di dunia ini. Amin 
 
Bidaracina 25 Desember 2021, Blasius Sumaryo SCJ