Panggilan Menjadi Marta dan Maria!

Hari Minggu biasanya menjadi hari yang paling ditunggu sebagian besar orang untuk berhenti sejenak dari aktivitas hariannya. Bagi umat Kristiani, ini adalah saat istimewa untuk secara khusus berkunjung dan datang kepada Tuhan, untuk bersyukur dan menimba kesegaran rohani. Melalui Sabda dan Santapan Rohani dalam Perayaan Ekaristi, jiwa dan hati kita dipulihkan. Dengan demikian, kita memperoleh kekuatan spiritual baru yang dapat menyokong aktivitas kita di hari-hari selanjutnya.

Dalam bacaan Injil hari Minggu ini, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung dan singgah di rumah seorang perempuan yang bernama Marta. Marta memiliki saudara yang bernama Maria. Sementara Marta sibuk melayani jamuan untuk Yesus dan murid-murid-Nya, Maria hanya duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Menyadari hal tersebut, Marta meminta Yesus untuk menegur Maria, katanya: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Menarik sekali karena Marta tidak menegur Maria secara langsung, tetapi mengadu kepada Yesus. Mungkin ada kecemburuan dalam diri Marta, karena Yesus seakan tidak memedulikan kesibukan yang ia lakukan, dan hanya mendiamkan Maria yang tidak melakukan apa-apa.

Read more ...


“Mensyukuri Kerahiman Allah dalam Keterlibatan Pelayanan Sosial Politik Kemasyarakatan”

Judul di atas adalah tema Rekoleksi Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah (TSLB KA) yang seperti biasa digelar setiap Sabtu pertama. Rekoleksi yang diadakan Sabtu (2/7) di Gedung Serbaguna Paroki Lantai 1 ini dihadiri 29 orang termasuk panitia, dan disampaikan oleh Fransiskus Dwikoco Sri Sumantyo, Ketua Seksi Hubungan Antar-Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan Kerasulan Awam (Kerawam) Paroki Bidaracina, yang juga Sekretaris FKHK (Forum Komunikasi Hubungan Antar-Agama dan Kemasyarakatan) Dekenat Jakarta Timur. Suasana rekoleksi cukup interaktif dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta, terutama yang berkaitan dengan situasi politik di Jakarta saat ini dan mengenai Pilkada Jakarta, 2017.

Pada awal rekoleksi, Frans mengingatkan bahwa kita sebagai umat Allah sudah sepantasnya bersyukur, solider, dan terlibat dalam kehidupan sekitar sebagai bentuk pengamalan Pancasila, sesuai Arah Dasar KAJ 2016–2020 yang bercita-cita mengajak seluruh umat "menjadi pembawa sukacita injili”, yang juga selaras dengan gerak Gereja Katolik Universal yang menetapkan Yubileum Luar Biasa Kerahiman Ilahi selama Tahun Liturgi 2016 ini.

Read more ...


“Retret Alam”, Memantapkan Semangat Pelayanan Misdinar

Akolit”—atau biasa disebut “misdinar”—adalah sebuah panggilan pelayanan. Peran misdinar/akolit adalah membantu imam melayani kehadiran Allah dan melayani umat dalam menanggapi sapaan Allah. Mengingat besarnya peran seorang misdinar/akolit, berat pula tugas yang diembannya, sehingga diperlukan pembinaan rutin agar ia dapat senantiasa membaharui pelayanannya.

Untuk itulah diadakan retret bagi para misdinar/akolit Gereja St. Antonius Padua, yang dilaksanakan tanggal 27–29 Juni 2016 di Wisma Tugu Wacana, Cisarua, dengan tema: “Sudahkah Saya Melakukan yang Terbaik untuk Gereja?” Retret kali ini diadakan di alam terbuka (“Bible Camp”) dan diikuti 52 peserta, terdiri atas anggota misdinar, pendamping, dan perwakilan orangtua misdinar. Mengingat rentang usia anggota misdinar yang cukup jauh—usia SD hingga perguruan tinggi—maka retret ini adalah kesempatan untuk saling mengenal dan berproses bersama, sehingga memiliki kesamaan visi dalam pelayanan.

Retret diawali misa pembuka yang dipimpin Romo Joko Wayan, SVD—salah satu romo pendamping—dilanjutkan pengenalan tentang makna Ekaristi, yang tentunya sangat penting dalam tugas pelayanan seorang akolit. Di hari pertama, melalui kegiatan Dinamika Kelompok, kami merasakan bahwa misdinar adalah pelayan Tuhan yang bukan sembarang pelayan, tapi sangat berperan penting bagi Gereja. Misdinar harus bangga bahwa Tuhan telah memanggil kami untuk melayani-Nya sejak usia dini, karena tidak semua orang dapat merasakan panggilan itu,” ungkap Celia Marleen, salah seorang misdinar St. Antonius Padua.

Read more ...